PIAGAM GUMI SASAK : BUKTI KECINTAAN TERHADAP BUDAYA



Piagam gumi sasak dipandang sebagai suatu keberadaan sikap yang memiliki dasar. berangkat dari kegelisahan yang dialami sebagian besar masyarakat sasak tentang identitas kebudayaannya . sikap tersebut sangat wajar dialami degan melihat  lingkungan sekitar  perubahan demi perubahan yang terjadi. dunia yang semakin terbuka tidak menutup kemungkinan bahwa identitas suatu kelompok akan mudah terpengaruh. dari sana kemudian intelektual dari berbagai usia terus berfikir dan mencoba mencari rumusan agar kegundahan yang dialami masyarakat mendapatkan jalan keluar . selain melalui proses pemikiran, piagam ini juga melalui proses penyusunan yang sangat panjang  dengan melibatkan pakar hukum dan pakar bahasa,  serta pemilihan kosa kata yang sangat hati-hati agar pesan yang ingin disampaikan diterima secara positif. Proses diskusi yang cukup panjang tadi kemudian menetapkan suatu tekad bahwa identitas sasak harus dijaga baik hari ini, esok atau masa yang akan datang.
Berbicara tentang realisasi, tokoh-tokoh  yang terlibat selalu berpikir untuk menemukan jalan keluar agar masalah ini terselesaikan.  Langkah yang dilakukan adalah dengan menciptakan item kebudayaan yang sudah mulai dikenal  seperti kalender rowo sasak yang dimaknai sebagi kunci peradaban, langkah selanjutnya dalah menciptakan forum-forum kajian yang lebih serius misalnya seperti forum ilmiah sejarah sasak.yang menjadi target adalah menjadikan Lombok warisan dunia,target-target tersebut terus disusun ada yang target yang personal, kolektif dan dari kelompok lain semua terus berfikir dan berkerja sama kemudian tersusunlah piagam gumi sasak sebagai berikut.

 


 


Bismillahirrohmannirrohim

Menjadi bangsa sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada ALLAH SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah sasak itu sejatinya merupakan mata rantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu mrupakan tanda – tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jati dirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak  yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengubur, dan menistakan keluhuran budaya sasak . berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, penguburan jati diri , sampai pembohong sejara dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini , melalui pencitraan budaya dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialism modern.Hal ini telah membuat bangsa ini menjadi bangsa inferior yang tidak mampu tegak antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa. Sadar akan hal tersebut , kami anak-anak bangsa sasak mengumumkan
PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut :
Pertama: Berjuang bersama menggali dan menegakkan jati diri bangsa sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya sasak.
Kedua : Berjuang bersama memelihra ,menjaga dan mengembangkan khasanah intelektual bangsa sasak agar terpelihara kemurnian , kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya sasak.
Ketiga : Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bnagsa sasak menjadi bnagsa yang maju dengan menjungjung tinggi nilai relgiusitas dan tradisionalitas.
Keempat: Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi peradaban masa depan.
Kelima : Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberi kekuatan serta memperbaiki perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

Mataram,14 Mulut tahun Jimawal/1437 H
25 Desember 2015



Ditandatangani bersama
Drs.Lalu Azhar
Drs. Haji Lalu Mujtahid
TGH.Ahyar Abduh
Drs. Haji Husni Mu’adz MA.,Ph.D
Dr. Muhammad Fajri, M.A
Dr. Jamaludin, M. Ag
Dr. Lalu Abd.Kholik, M.Hum
Drs. H.A. Muhit Ellepaki, M. Hum
Dr. H. Sudiman M.Pd
Dr. H. L., Agus Fathurrahman 
L. Ari Irawan, SE.,S.PD., M. Pd      


(Narasumber L. Ari Irawan, SE.,S.PD., M. Pd          )





 

Komentar

  1. Bermanfaat sekali postingannya

    BalasHapus
  2. terimakasih info.a, mari berjuang bersama menjadi pemuda/i yg tercantum di dalam piagam tersebut..😊😊

    BalasHapus
  3. terimakasih info.a, mari berjuang bersama menjadi pemuda/i yg tercantum di dalam piagam tersebut..😊😊

    BalasHapus
  4. Mari berjuang untuk mendapatkan Piagam Gumi Sasak ☺

    BalasHapus
  5. Wow keren! Informasi yg sangat menarik untuk sama-sama kita ulas. yuk generasi sasak kenali, jaga, dan lestarikan budaya sasak kita, jgn sampai tergerus arus globalisasi. Kita terbuka dg globalisasi, namun nilai-nilai kita harus tetap terjaga. Semangat!

    BalasHapus
  6. Kerenn. Terimkasih infonya. Jangan malu jadi orang sasak.

    BalasHapus
  7. Lestarikan budaya dan adat istiadat yang sudah diwariskan oleh nenek moyang.

    BalasHapus
  8. Semangat generasi muda jgn pernah lekah utk mempertahankan budaya !

    BalasHapus
  9. nice...bangga menjadi bagian dari suku sasak...

    BalasHapus
  10. Luar biasa bermanfaat.. semoga dapat menjadi inspirasi untk masayarakat banyak.

    BalasHapus
  11. Mau nanyaq mbak, apakah acara pembacaan piagam gumi sasak itu termasuk acara sakral atau hanya sekedar acara pembacaan piagam saja ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelas dong termasuk acara yg sakral 😊 ini bukan sekedar pembacaan saja.

      Hapus
  12. Keren. Bermanfaat banget. Terima kasih.

    BalasHapus
  13. Terimakasih atas kunjungannya 😊

    BalasHapus

Posting Komentar