Tinggalkan atau Halalkan
SORONG SERAH AJI KRAME
Sorong Serah Aji
krame berasal dari kata aji yang berarti nilai dan karma yang berarti
cara/adat.Aji krame ini sebagai nilai adat yaitu sebagai nilai harga diri dari
pihak laki-laki di dalam adat sasak itu sendiri. Pelaksanaan
adat aji krame menurut ceritra, berlaku sejak zaman kerajaan selaparang,
sesudah masuknya agama islam di pilau Lombok, bahkan pulau Lombok sendiri pada
waktu itu dinamakan pulau selaparang dimana kerajaan-kerajaan kecil keseluruhan
bernaung dibawahnya. Adapun simbol-simbol yang dipergunakan dalam upacara adat
sorong serah ini antara lain.Sesirah (kepala) biasanya terdiri dari barang atau
logam mulia, umpamanya gelang emas atau semacamnya. Sesirah ini untuk
membedakan antara orang bebas dan budak karena pada zaman dahulu masih ada
perbudakan dengan istilah panjak atau sepangan ( dari bahasa sasak) Lampak lemah
atau Nampak lemah artinya, lampak (telapak), lemah (tanah) lampak ini berupa
uang.Pemegat yang biasa disebut pemegat wicar, disimbolkan sebagai seikat uang
bolong (uang china) yang digunakan sesudah semua pembicaraan selesai dengan
pengumuman yang menyatakan penegasan , bahwa pada hari itu telah resmi
perkawinan antara kedua memplai scara adat. Salin dede adalah simbol untuk
menantikan kelahiran seorang bayi yang dihasilkan oleh perkawinan yang telah
berlangsung berupa macam-macam ramuan, bumbu , obat-obatan , semprong lampu
atau buluh yang diruncingkan. Olen-olen berupa sebuah peti (sekarang orang
memakai koper) yang berisi beragam kain dan sarung tenun sebagai pelengkap. Diluar
dari keliama macam unsure yang dijadikan symbol ini biasanya pihak penyorong
mempersiapkan diri dengan uang yang
nantinya sebagai persiapan denda, denda ini dapat berbentuk macam-macam sebagai
contoh umpanya pihak penyorong sewaktu berbicara atau berdebat kalah dalam
pembelaan atau salah dalam tata cara kedatangannya, maupun ada hal-hal yang
sudah diperbuat oleh pihak laki-laki yang nantinya dijatuhi hukuman denda
Pendapat
lain mengatakan bahwa istilah aji
terbagi menjadi 4 yaitu istilah aji krame 33 (telung dase telu) , 66 (enam dase
enam), 100 (satus ), 200 (sataq). Aji
krame 33 (telung dase telu) adalah harga untuk kaula atau harga rakyat merdeka,
66 (enam dase enam ) disebut sebagai aji krame madie (tengah-tengah) yang
nilainya lebih besar dari angka 33 aji krame ini diperuntukkan untuk kesatria
sampai ke brahmana seperti istilahnya orang bali , 100 (satus) aji krame yang
diperuntukkan kepada bangsawan dan terakhir adalah 200 (sataq) aji krame ini
diperuntukkan untuk para patih dan punggawa. Makna aji kemudian terbagi lagi
menjadi 4 : 1. Makna wayah (datu) 2. Makna orang yang menjalankan ibadah haji
(aji) 3. Makna nilai 4.Makna harga diri.
Krame memiliki arti wilayah jadi definisi aji krame adalah harga atau nilai
dalam sebuah komunitas pada wilayah satu kedatuan (satu kerajaan ). Istilah
sorong artinya mendorong dan istilah kata serah berarti meyerahkan.penyerahan
itu berbentuk material atau berbentuk symbol-simbol dari pada kemampuan
laki-laki, yang dimaksud kemapuan disini
adalah kemampuan finansal yang disimbolkan dengan kepeng (uang) dan benang (
berupa kain-kain). Kemudian terlepas dari symbol diatas muncul juga
simbo-simbol yang bersifat sosial yang disebut dengan istilah salin dede, sirah
aji dan sejah lanjaran .sorong serah ini di lakukan oleh 2 utusan yaitu pihak
laki-laki sebagai utusan yang menyerahkan dan pihak perempuan sebagai utusan
yang menerima.dari dua utusan tersebut terjadi pembicaraan yang berbica tentang
berbagai proses yang diawali dengan utusan dari pihak pembayun laki-laki yang
berjumlah sekitar 5 sampai 6 orang tergantung strata sosialnya untuk menanykan
(pisolo) kesiapan pihak perempuan.
Disinilah
proses penyerahan terjadi kedudukan pihak laki-laki karena disini yang
mempunyai aji adalah pihak laki-laki. Kepercayaan orang sasak apabila seorang
peempuan dan laki-laki sudah menikah maka terjadi 3 kadang yaitu: 1. Kadang waris(dari pihak laki-laki ) , 2.
Kadang jari (pihak wanita)3. Kadang
wirang (kedua belah pihak).penyerahan tidak lepas dari simbol-simbol tergantung
kemampuan laki-laki untuk menikahi
perempuannya. Simbol yang pertama adalah sirah aji ( otak bebeli ) yaitu symbol
yang menadakan bahwa ada wadah yand disimbolkan oleh bokor yang berisi kain
putih dan kain hitam yang diikat dengan lawe (benang kataq) makna pertama kain putih menyimbolkan sesuatu yang suci
(berkaitan dengan makna agama) dan kain hitam ( berkaitan dengan makna adat) agama dan
adat yang sudah diikat oleh lawe ( benang kataq) tadi, artinya antara agama dan
adat ini tidak boleh di pisahkan, makna kedua adalah laki-laki dan perempuan
yang sudah terikat perkawinan atau pernikahan simbol kedua adalah pikologing
warge artinya simbol itu sebagai pergantian tanggung jawab atau yang lebih
dikenal dengan istilah salin dede yang dimana salin (ganti) dede(mengasus) simbol yang digunakan berupa tempat nasi, panci,
sarung , buluh bambu dan lain-lain,simbol sosial yang lain adalah penginang
yang diumpamakan sebagai sah adat sasak yang terdiri atas 5 bagian yaitu titi
(jembatan ) , tate (tata) , tindak tanduk
, tertib(teratur ) , tapsile (tingkatan
–tingkatan bahasa) , wahyatjat (jati diri orang sasak). Dalam upacara adat ini
juga menggunakan keris (kebo turu) maknanya proses pelaksaan ini lancar tidak
ada masalah yang terjadi antara kedua belah pihak .
Saya memiliki kebanggaan tersendiri ketika
mempelajari lebih dalam tentang salah satu adat sasak yaitu Sorong
Serah Aji Krame. Adat Sorong Serah merupakan
prosesi yang harus dilakukan oleh
keluarga mempelai laki-laki sebelum melaksanakan prosesi selanjutnya seperti
nyongkolan ( berkunjung ke rumah mempelai wanita dengan menggunakan baju adat
). Dalam prosesi yang sangat sakral ini terdapat simbol-simbol yang memiliki
filosofi masing-masing seperti : Sesirah (kepala), Lampak lemah atau Nampak
lemah, Pemegat uang bolong (uang china), Salin dede,olen-olen berupa sebuah
peti dan banyak simbol lainya. Prosesi
yang cukup panjang ini mengajarkan kita
bahwa suku sasak sangat menjaga dan melestarikan adat peninggalan nenek
moyang serta menjelaskan bahwa pernikahan
bukan hanya sekedar mengucapkan ijab dan Kabul saja . dalam prosesi ini juga
menjelaskan bagaimana suku sasak sangat menghargai perempuan.
lebih baik langsung dihalalkan. Kalau hati sudah mantap disegerakan saja:)
BalasHapusSangat menambah wawasan :) apalg buat kami yg beda suku, Terimaksih atas postingannya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSangat menambah wawasan :) apalg buat kami yg beda suku, Terimaksih atas postingannya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusPostingan ini sangat bermanfaat bagi sya karena sy bisa tau kalau serong serah ada juga di daerah lombok tengah..
BalasHapuskeren,,,!!! bermanfaat sekali
BalasHapusditunggu postingan berikutnya
Sangat menambah wawasan ,,,sekarang lebih tau tradi yang ada di sasak ,,,terima kasihπ
BalasHapusWaaah bagus sekali kaak. Menambah wawasan dan pengetahuan. Terimakasih atas postingannyaπ
BalasHapusGjob ! Menambah wawasan mengenai tradisi lokal daerah kita :))
BalasHapusSangat membantu. Kalau bisa sumber data atau referensinya ditulis dan ditambah yaaa. Terima kasih
BalasHapusGood job..Tambah Lagi Postingannya ☺
BalasHapusIsrmoa kiya bisa istiqomah untuk melestarikan budaya sasak yaa π
BalasHapusWAW....
BalasHapusPertama-tama saya merasa bersyukur dilahirkan di suku sasak. Sasak adalah saslah satu suku di wilayah NTB sangat menjunjung nilai-nilai ke harmonisan. salah satu implementasi dari keharmonisan tersebut adalah tradisi perkawinan yang dimana dalamnya sarat akan sederetan adat adat yang hampir wajib dilakukan.
Keduanya, jujur saya yang sudah 23 tahun menjadi bagian dari suku sasak sekedar "hanya tau" tentang adat adat tersebut terutama tentang "SORONG SERAH AJI KRAME"
terimakasih penulis untuk postingan
π
note* kalok bisa pake catatan kakinya
Sapu sae
BalasHapusNice lik π
BalasHapusWoww, daebak. Informasinya sngat bermanfaat. Terimakasih.
BalasHapusHalalkan kak, kalau sudah pantas hihi
BalasHapusInfonya menarik. Terima kasih
BalasHapusPostingannya sangat bermanfaat kita jdi tau adat Sorong serah seperti apa
BalasHapusHalalin adek bang π
BalasHapusHalalin adek bang π
BalasHapusHalalkan ! Klu rangkaian budayanya seindah dan sesakral ini pasti berkah utk keduanya. Trimkasib infonya min !
BalasHapusinformasi yang bermanfaat.
BalasHapusyang ngepost kapan nih disorong serah :D
BalasHapusWow mantap kak
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat π
BalasHapuskeren...semoga yang menulis blog ini cepat dihalalkan amin...terimakasih infonya.π
BalasHapusInfonya sangat bermanfaat dan menambah wawasanku tentang apa itu sorong serah.
BalasHapustradisi yg sangat menarik,keren2
BalasHapusMulen maik mers ..truslah menjadi pemudi batujaic yang menyebarkan wawasan luas kepada khalayak ramai
BalasHapuspostingan yg baik. Tapi arti dari sorong serah itu sendiri apa ya ?
BalasHapusTerimakasih kunjungannya
BalasHapus