KILAS BALIK SEJARAH

        Mereka adalah satu kesatuan, terikat oleh cinta dan  rasa kekeluargaan dalam naungan adat istiadat, berjalan beriringan dengan tujuan yaitu menjaga dan melestarikan budaya peninggalan leluhur. Langkah yang apik memiliki seribu makna, busana sederhana dan bakul di atas kepala seolah menceritakan tentang kesabaran menjalani hidup, artinya seberat apapun beban yang ada dalam hidup kita harus tetap melangkah.Perjalanan panjang menuju mata air ini merupakan kilas balik perjalanan sejarah ritual maulid adat sejak zaman leluhur yaitu ritual bisok menik  (cuci beras).






       Kegiatan bisoq menik (cuci beras) bukan sekedar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah. Lokasi bisoq menik ini tidak pernah berubah sejak zaman dulu hingga sekarang yaitu di Lokok Bajo. Puluhan ibu rumah tangga yang mengenakan baju khas berupa kain poleng dan ikat kepala, tampak berjalan keluar dari Kampu Karang Bajo dengan membawa bakul yang oleh orang setempat disebut keraro  diatas kepala yang berisi beras. Perjalan menuju Kampu Karang Bajo membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit para ibu-ibu rumah tangga ini harus berjalan beriringan dijalan raya, ritual ini hanya boleh dilakukan oleh wanita yang dalam keadaan suci (tidak dalam masa haid) dan sepanjang perjalan yang menempuh jarak kurang lebih 400 meter dari kampu tidak diperbolehkan untuk berbicara ataupun menoleh dan memotong barisan. Ketika sampai di mata air Lokok Bojo , beras pun mulai dicuci bersih, setelah bersih  kemudian dimasak dan setelah matang warga dengan bersama-masa  bertugas untuk mengagek (menata) hidangan pada sebuah tempat yang terbuat dari rautan bamboo yang disebut ancak. Prosesi bisoq menik ini merupakan ritual yang cukup panjang, yang dimulai dengan penyembelihan hewan ternak yang dikumpulkan oleh komunitas  adat setempat dan pada maulid adat ini sedikitnya terdapat 80 ekor kambing,  2 ekor sapi, dan 100 ekor ayam. Semua hewan ternak dipotong tadi merupakan sumbangan dari komunitas adat setempat yang jika dihitung dengan perhitungan matematika maka harganya akan bernilai ratusan juta rupiah namun disinilah letak  rasa kekeluargaan yang diperlihatkan. Rasa kebersamaan dan  rasa ikhlas berbagi mereka utamakan, karena ini merupakan adat, salah satu yang sampai sekarang selalu dipegang teguh oleh komunitas adat dalam melaksakan berbagai ritual yaitu ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul artinya berapapun biaya yang dikeluarkan jika dilakukan dengan iklas dan dilakukan secara bersama-sama maka akan terasa ringan.
Adat adalah peninggalan leluhur yang sangat berharga untuk kita jaga dan lestarikan, bisoq menik ( cuci beras) merupakan salah satu adat yang masih dijunjung  tinggi oleh masyarakat Bayan Lombok Utara, ritual ini memiliki banyak pembelajaran dan sarat akan nilai kebudayaan, ritual yang dilakukan oleh puluhan wanita dari berbagai usia ini mencerminkan keanggunan seorang wanita, serta mengajarkan kita bagaimana cara bahu membahu membantu satu sama lain dan belajar ikhlas dalam melakukan sesuatu. Sebagai generasi muda sudah sepatutnya  kita bangga dengan  adat istiadat yang ada di Lombok khususnya, serta melestarikan keberadaannya.

Komentar

  1. Bermanfaat skali informasinya. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Lombok memang mimiliki banya tradisi adat dan kebudayaan.
    Makasih infonya sangat bermanfaat, tetap lestarikan!!

    BalasHapus
  3. good information 👍👍

    BalasHapus
  4. Luar biasa postingan yang bermanfaat dan menambah wawasan

    BalasHapus
  5. Wah.. ifonya sangat bermanfaat mbk..

    BalasHapus
  6. Terima kasih informasinya sangat bermanfaat 😊

    BalasHapus
  7. Semoga kuta sebagai generasi muda tetap tersentuh hatinya untuk sama2 melestarikan budaya 😊

    BalasHapus
  8. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat👍

    BalasHapus
  9. Trimkasih informasi dalam postingan inj sangat bagus.

    BalasHapus
  10. Seperti kalimat awal yg mengatakan "Kegiatan bisoq menik (cuci beras) bukan sekedar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah". Nah penjelasan ini sy garis bawahi memiliki makna sejarah. "makna sejarah" seperti apa yg dimiliki kegiatan bisoq menik ini? Tolong penjelasannya 😊

    BalasHapus

Posting Komentar